Mahasiswa Undip Bekali Pelaku UMKM Desa Pojok Pentingnya Melakukan Digitalisasi Usaha
Mahasiswa Undip Bekali Pelaku UMKM Desa Pojok Pentingnya Melakukan Digitalisasi Usaha
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang berkontribusi besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Pada 2025, sekitar 90% tenaga kerja Indonesia berada pada UMKM, sekaligus menjadi penyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) terbesar, yakni 61%. Hal ini menunjukan bahwa UMKM menjadi sektor usaha yang paling padat karya.
Menjadi pelaku UMKM tidaklah mudah. Walaupun modal awal usaha dapat dibilang tidak terlalu banyak, pelaku UMKM dituntut untuk menjadi sekreatif dan sefleksibel mungkin untuk beradaptasi dengan harga bahan baku yang seringkali naik turun, ataupun dengan tren yang terjadi di masyarakat. Di era digitalisasi saat ini, perubahan tren terasa begitu cepat, yang seringkali dipengaruhi oleh sosial media. Hal ini mengharuskan pelaku UMKM untuk terus berinovasi agar tidak tertinggal dari kompetitor lain, sekaligus dapat berdampak baik apabila pelaku UMKM dapat memasarkan produknya melalui sosial media, karena sosial media dapat dijangkau oleh siapapun dan dari manapun.

Audiens Fokus dengan Materi yang Sedang Disampaikan
Faktor di atas disadari oleh Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Undip yang berada di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Setelah melakukan observasi, didapatkan bahwa pelaku UMKM di Desa Pojok masih belum memaksimalkan perangkat digital, khususnya media sosial, untuk mempromosikan produk yang mereka tawarkan. Karena hal itu, dirasa penting mengajak pelaku UMKM untuk berdiskusi dan berkolaborasi.

Pemateri dan Pemantik Diskusi
Pada hari Jum’at (7/8/2026), diadakan acara bertajuk “Digitalisasi UMKM Desa Melalui Instagram Bersama”, bertempat di Balai Desa setempat, dan dihadiri oleh para pelaku UMKM Desa Pojok, perangkat desa, dan Mahasiswa KKN. Mahasiswa KKN menyampaikan pentingnya pemasaran produk melalui media sosial, sekaligus berdiskusi terkait promosi yang menarik. Langkah konkret yang dilakukan adalah membuat “Katalog Produk UMKM Desa Pojok”, atau satu instagram untuk seluruh UMKM Desa Pojok. Dengan demikian, UMKM yang belum siap atau kurang memiliki kemampuan untuk mengelola media sosial secara sendiri tetap dapat dikenal, dipromosikan, dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Instagram dipilih sebagai media promosi karena mudah digunakan, tidak membutuhkan biaya besar, memiliki jangkauan pasar yang luas, mampu menampilkan produk secara menarik melalui foto maupun video, serta memudahkan UMKM desa dalam membangun citra dan berinteraksi dengan konsumen.

Tampilan Instagram UMKM Desa Pojok
Akun Instagram yang dibuat juga dikemas secara menarik dengan memperhatikan beberapa aspek agar terlihat lebih profesional. Salah satunya melalui desain yang seragam, yaitu dengan menggunakan satu template visual pada setiap postingan sehingga tampilan akun menjadi lebih rapi, konsisten, dan tidak terlihat seperti asal mengunggah konten. Selain itu, template yang digunakan dibuat fleksibel agar mudah disesuaikan dengan foto produk dan informasi dari masing-masing UMKM tanpa harus membuat desain baru dari awal.
Konten yang dipublikasikan juga harus mampu menarik perhatian calon pembeli. Penggunaan foto produk yang menarik serta penyertaan testimoni pelanggan dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli terhadap produk yang ditawarkan.
Dalam proses memposting produk, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konten lebih efektif. Foto produk harus memiliki kualitas yang jelas dan terang sehingga produk terlihat nyata serta menarik untuk dilihat. Postingan juga perlu diunggah secara rutin karena akun yang aktif dan sering muncul akan lebih mudah diingat oleh calon pelanggan dibandingkan akun yang hanya melakukan posting sesekali. Selain itu, setiap unggahan harus mencantumkan informasi yang lengkap, seperti nama produk, harga, serta cara pemesanan agar calon pembeli lebih mudah mendapatkan informasi. Terakhir, pelayanan kepada calon pembeli juga harus dilakukan dengan ramah dan responsif agar membangun hubungan yang baik serta meningkatkan peluang terjadinya transaksi.
Setelah disepakati bersama, template postingan dan akun instagram diserahkan kepada Kepala Desa Pojok untuk kemudian digunakan sebagai sarana mempromosikan dan memajukan UMKM Desa Pojok. Dengan begitu, pelaku UMKM dituntut untuk dapat terus berinovasi dengan sekreatif mungkin, dan dengan harapan mempermudah produk yang ditawarkan dapat dikenal banyak orang sehingga omset penjualan dapat meningkat, sehingga pelaku UMKM lebih sejahtera.