MAHASISWA KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGENALKAN PENGELOLAAN LIMBAH TEKSTIL SARUNG GOYOR DENGAN METODE SEDERHANA
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGENALKAN PENGELOLAAN LIMBAH TEKSTIL SARUNG GOYOR DENGAN METODE SEDERHANA
Sukoharjo, 17 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM dan Industri Rumahan di Desa Pojok” untuk membantu mengembangkan usaha masyarakat Desa Pojok menjadi lebih kreatif, modern, dan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai bidang untuk langsung berkontribusi dalam perkembangan UMKM serta meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu program yang disosialisasikan dalam rangkaian kegiatan ini adalah “Sosialisasi terkait AMDAL dalam industri tekstil Sarung Goyor” oleh Rifdah Hanifah Az Zahra mahasiswa dari Manajemen Sumberdaya Perairan. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu masyarakat dan pelaku UMKM lebih memahami pentingnya memperhatikan lingkungan saat memproduksi, terutama untuk industri tekstil Sarung Goyor yang merupakan salah satu potensi ekonomi di Desa Pojok.
Sarung Goyor adalah produk kain yang memiliki nilai ekonomi dan bisa dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Namun, proses produksi tekstil, terutama saat mewarnai, bisa menghasilkan limbah yang jika tidak dikelola dengan baik dapat merusak lingkungan di sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan penjelasan tentang apa itu AMDAL dan bagaimana fungsinya, kemungkinan dampak dari industri tekstil terhadap lingkungan, pentingnya mengelola limbah, dan cara-cara untuk mencegah pencemaran lingkungan. Melalui pengetahuan yang diberikan diharapkan bisa membuat masyarakat lebih paham bahwa mengembangkan usaha kecil dan menengah tidak hanya tentang meningkatkan produksi dan mendapatkan keuntungan, tetapi juga penting untuk menjaga lingkungan.

Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs 12).
Kegiatan “Sosialisasi mengenai AMDAL di Industri Tekstil Sarung Goyor" mendukung SDG 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
SDGs 12 bertujuan untuk memastikan bahwa cara kita mengkonsumsi dan memproduksi berlangsung secara berkelanjutan. Penerapan pada Industri Sarung Goyor dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pemahaman tentang dampak lingkungan dari produksi, menggunakan bahan dengan lebih bertanggung jawab, dan mengelola limbah yang dihasilkan saat produksi.
Melalui kegiatan sosialisasi AMDAL, para mahasiswa ingin membantu masyarakat serta pelaku UMKM untuk mengerti bahwa proses produksi harus mempertimbangkan efeknya terhadap lingkungan. Pengelolaan limbah yang baik dan usaha untuk mencegah pencemaran sangat penting untuk menciptakan proses produksi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendukung tema besar "Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM dan Industri Rumahan di Desa Pojok", di mana pengembangan UMKM tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan digital dan daya saing produk, tetapi juga pada pelaksanaan prinsip keberlanjutan. Melalui pehaman dan penerapan tersebut, digitalisasi bisa berjalan sejalan dengan peningkatan kesadaran tentang cara produksi yang bertanggung jawab.
Tanggapan pelaku UMKM Desa Pojok.
Pelaku UMKM Desa Pojok terutama para pengerajin tekstil mengaku sangat terbantu dengan bertambahnya pengetahuan terkait pengelolaan limbah tekstil yang bisa dilakukan dengan sederhana melalui tumbuhan fitoremediasi yang mudah didapatkan disekitar rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Sarung Goyor di Desa Pojok bisa terus tumbuh sebagai potensi ekonomi lokal dan juga menerapkan prinsip produksi yang bertanggung jawab sesuai dengan SDGs 12, sehingga tercipta UMKM yang produktif, inovatif, memiliki daya saing, dan berkelanjutan.
Penulis/Reporter: Rifdah Hanifah Az Zahra
Kontak Penulis/Humas: kknpojokundip@gmail.com