Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Copywriting untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Desa Pojok
Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Copywriting untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Desa Pojok
SUKOHARJO – 17 Agustus 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, menggelar program edukasi berjudul "Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui Copywriting Berbasis Ilmu Bahasa." Kegiatan yang menyasar sekitar kurang lebih 20 Pelaku UMKM di Desa Pojok ini berlangsung di Balai Desa Pojok, pada Jum'at (7/8/2026) sebagai upaya mengatasi rendahnya literasi digital pelaku usaha dalam mempromosikan produknya secara daring.
Kegiatan ini diinisiasi setelah pelaksana program menemukan bahwa banyak pelaku UMKM di Desa Pojok memiliki produk berkualitas, tetapi belum mampu memasarkannya secara maksimal karena keterbatasan kemampuan copywriting. Selama ini, deskripsi produk yang dipasang di media sosial maupun status WhatsApp para pelaku usaha cenderung terlalu singkat, hanya berupa foto tanpa keterangan, atau ditulis dengan bahasa yang kaku sehingga tidak mampu menarik minat calon pembeli. Melalui pelatihan ini, mahasiswa pelaksana program memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis menyusun teks promosi yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penjualan.

Dalam pemaparannya, Hadaya Nasywa mahasiswa dari Sastra Indonesia sebagai pelaksana program menjelaskan bahwa copywriting berbeda dengan tulisan biasa yang hanya menyampaikan informasi produk apa adanya. Copywriting adalah kegiatan menulis pesan pemasaran yang dirancang khusus untuk menarik perhatian sekaligus meyakinkan calon pembeli agar mengambil tindakan, misalnya melakukan pembelian. Materi ini disampaikan lengkap dengan lima jenis copywriting yang umum digunakan, yaitu direct response, marketing, brand, SEO, dan technical copywriting, serta tiga unsur utama yang wajib ada dalam sebuah teks promosi: headline yang menarik perhatian, isi atau deskripsi yang jujur dan meyakinkan, serta ajakan bertindak (call to action) di bagian penutup.
Selain teori dasar, peserta juga dibekali empat teknik menulis promosi yang lebih menjual, yakni AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), PAS (Problem, Agitate, Solution), storytelling, dan framing. Teknik AIDA misalnya diajarkan dengan mengibaratkan cara menyapa calon pembeli dari kejauhan hingga akhirnya tertarik untuk membeli, sementara teknik PAS mendorong pelaku UMKM untuk lebih dulu memahami masalah yang dialami pembeli sebelum menawarkan produk sebagai solusi. Untuk memperjelas materi, mahasiswa turut menampilkan perbandingan deskripsi produk sebelum dan sesudah penerapan copywriting, sehingga peserta dapat langsung melihat perbedaan dampaknya terhadap daya tarik sebuah produk.
Kegiatan ini dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Pojok dan Koordinator Kelompok KKN Desa Pojok. Setelah sesi pembukaan, kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi secara interaktif, di mana warga diajak untuk mengetahui tentang copywriting dari paling dasar. Kemudian warga diajak untuk mengetahui contoh penggunaan copywriting di dunia digital, mulai dari penggunaannya untuk caption Instagram dan Facebook, status WhatsApp, hingga deskripsi produk di marketplace. Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir acara, ditandai dengan aktifnya respons dari para peserta.

Salah satu peserta yang merupakan pelaku UMKM di Desa Pojok mengaku baru menyadari bahwa deskripsi produk yang selama ini ia gunakan masih terlalu sederhana. "Ternyata cara menulis promosi itu ada tekniknya, tidak asal tulis saja. Sekarang saya jadi tahu bagaimana membuat deskripsi produk yang lebih menarik supaya pembeli tertarik," ujarnya di sela-sela sesi diskusi interaktif.
Kepala Desa Pojok, Bapak Tukiman, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata para mahasiswa KKN. "Program ini benar-benar membuka wawasan baru bagi warga kami, khususnya dalam meningkatkan daya saing produk yang dijual oleh para pelaku UMKM di desa ini," ujar Bapak Tukiman. Ia berharap materi yang telah disampaikan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan oleh warga sehingga produk-produk UMKM Desa Pojok mampu bersaing dengan produk dari daerah lain di pasar digital, memperluas jangkauan pembeli hingga ke luar desa, dan pada akhirnya mendorong peningkatan transaksi penjualan.
Edukasi terkait copywriting ini merupakan bagian dari rangkaian program Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM dan Industri Rumahan di Desa Pojok yang dijalankan serentak oleh seluruh anggota kelompok KKN Tim II Undip di Desa Pojok. Untuk ke depannya, tim KKN berharap sinergi antarprogram tersebut dapat mendorong transformasi digital UMKM desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Penulis: Hadaya Nasywa
Kontak Media: kknpojokundip@gmail.com