BANGUN MENTAL TANGGUH MELEK DIGITAL, MAHASISWA KKN BERDAYAKAN UMKM DESA POJOK LEWAT MANAJEMEN STRES
BANGUN MENTAL TANGGUH MELEK DIGITAL, MAHASISWA KKN BERDAYAKAN UMKM DESA POJOK LEWAT MANAJEMEN STRES
SUKOHARJO, 17 Agustus 2026 -- Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pojok mengikuti program edukasi "Manajemen Stres dan Digital Resilience" yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Balai Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali para pengusaha lokal dengan kemampuan mengelola stres dan memanfaatkan teknologi secara sehat agar usaha mereka semakin tangguh di tengah persaingan era digital.
Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Pojok, mulai dari penjualan yang tidak stabil, persaingan usaha yang ketat, permasalahan modal, tuntutan pelanggan, hingga tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Dengan menyasar puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa, program ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis dalam menjaga kesehatan mental dan menggunakan teknologi secara bijak.
Ketua Pelaksana KKN, Ratu Aisyah, menjelaskan bahwa program ini hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak para pelaku UMKM yang kerap mengabaikan aspek mental dalam menjalankan usaha. "Kami melihat potensi ekonomi yang sangat besar di Desa Pojok, namun para pelaku UMKM masih minim pemahaman tentang manajemen stres dan ketahanan mental. Padahal, mental yang sehat adalah fondasi usaha yang berkelanjutan. Melalui program ini, kami ingin mendampingi warga agar tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga kuat secara psikologis," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi tentang pengenalan stres, penyebabnya, serta dampaknya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap usaha. Para peserta diajak mengenali tanda-tanda stres seperti mudah marah, sulit tidur, cepat lelah, sulit fokus, dan cemas berlebihan, yang selama ini mungkin tidak disadari.
Sesi kedua berlangsung lebih interaktif dengan praktik teknik relaksasi sederhana. Mahasiswa KKN memandu peserta melakukan latihan pernapasan: tarik napas selama 4 detik, tahan sejenak, lalu hembuskan selama 6 detik, yang diulang selama 3 hingga 5 menit. Para pelaku UMKM tampak antusias mempraktikkan teknik ini, yang diharapkan bisa menjadi "obat darurat" saat mereka merasa tegang menghadapi tekanan usaha.
Memasuki sesi ketiga, peserta mendapatkan materi tentang digital resilience atau ketahanan digital. Mahasiswa KKN mengingatkan agar media sosial digunakan sebagai sarana promosi, bukan untuk membandingkan diri dengan pesaing. Mereka juga diajarkan untuk membatasi waktu online, menyaring informasi dengan bijak, serta terus belajar teknologi agar usaha semakin berkembang.
Puncak kegiatan adalah sesi "Ruang Berbagi & Solusi", di mana para pelaku UMKM saling bercerita tentang pengalaman dan tantangan mereka. Suasana menjadi hangat ketika satu per satu peserta mengungkapkan keluh kesah dan strategi mereka menghadapi masalah usaha. Dari diskusi tersebut, terjalin rasa solidaritas dan semangat kolaborasi untuk saling mendukung.
Kepala Desa Pojok, Bapak Tukiman, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata mahasiswa KKN. "Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa. Program ini benar-benar membuka wawasan baru bagi warga kami, khususnya dalam mengelola stres dan memanfaatkan teknologi. Kami berharap apa yang diajarkan hari ini bisa terus diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM. Usaha maju, mental tangguh, hidup seimbang dan bahagia itulah harapan kami," ujarnya dengan penuh semangat.
Salah satu peserta, Ibu Yu Mari, pemilik usaha makanan ayam bakar di Desa Pojok, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini. "Selama ini saya sering merasa stres sendiri kalau dagangan sepi atau pelanggan komplain. Ternyata saya tidak sendiri. Banyak pelaku UMKM lain yang mengalami hal serupa. Saya jadi paham cara menenangkan diri dan tidak mudah menyerah. Terima kasih mahasiswa KKN," tuturnya dengan mata berbinar.
Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta, antara lain:
- Mengenali stres dan dampaknya terhadap usaha,
- Mengelola emosi dan menjaga keseimbangan antara hidup dan kerja,
- Menggunakan teknologi digital secara sehat dan produktif,
- Membangun ketahanan mental dan semangat berusaha,
- Memperluas jaringan serta kolaborasi antar pelaku UMKM.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto dan doa bersama, penyerahan cenderamata dan media psikoedukasi secara simbolis, serta ramah tamah yang diwarnai tawa dan keakraban.
Penulis: Farrel Patangga Maheswari
Kontak Media / Humas Kelompok: kknpojokundip@gmail.com